Obama Larang Kedua Putrinya Main Facebook
TEMPO Interaktif, London – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengaku telah melarang kedua putrinya menggunakan Facebook karena ia tak ingin urusan keluarganya menjadi santapan publik.
Putri sulungnya, Malia, kini baru berusia 13 tahun sementara adiknya, Sasha, berusia 10 tahun.
Anak-anak seusia mereka pada umumnya sudah mulai ber-Facebook ria, tapi Obama menegaskan tak akan mengizinkan kedua putrinya itu menggunakan media sosial tersebut hingga mereka berusia 17 tahun.
Sikap Obama ini terbilang ironis mengingat ia sangat terbantu oleh Facebook dan situs jejaring sosial lainnya saat terpilih sebagai presiden AS pada 2008.
Obama bahkan dijuluki sebagai ‘Presiden Media Sosial Pertama.’
Halaman Facebook Obama – yang mencatat 24 juta ‘likes’ – masih menjadi andalan dalam upayanya untuk pencalonan dirinya kembali.
Dalam sebuah wawancara, Obama mengungkapkan alasannya di balik keputusan pelarangan Facebook bagi kedua putrinya.
»Kenapa kita ingin membuat banyak orang yang tak kita kenal untuk mengetahui urusa kita? Itu tak masuk akal,” kata Obama.
»Kami akan lihat bagaimana perasaan mereka (kedua putrinya) dalam empat tahun ke depan.”
Menariknya, Obama tetap aktif menggunakan Facebook termasuk dengan menampilkan foto terbaru keluarganya awal pekan ini. Di bawahnya tertulis keterangan ‘Potret keluarga Obama terbaru!’ dan sejauh ini telah mencatat 71 ribu ‘likes’ dan 11 ribu komentar.
DAILYMAIL | A. RIJAL
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il Meninggal Dunia
Diposting oleh
serba ada 11
0
komentar
Pemimpin negara komunis Korea Utara, Kim Jong Il meninggal dunia. Berita kematian Kim Jong Il diberitakan oleh televisi pemerintah Korea Utara di Pyongyang, Senin (19/12).
Kim Jong Il dikabarkan meninggal di usia 69 tahun. Belum diketahui dengan pasti penyebab kematian Kim Jong Il, seperti yang diberitakan oleh Associated Press, Senin (19/12).
Kim Jong Il diketahui pernah terserang stroke pada 2008 lalu. Pria yang lahir di Siberia pada 1941 silam ini sudah memerintah Korea Utara sejak 1994, meneruskan kepemimpinan ayahnya Kim Il Sung yang meninggal dunia di tahun yang sama.
Pada 2010 lalu, Kim Jong Il mewariskan kekuasaannya kepada putra ketiganya, Kim Jong Un.
Tak Digubris, Ratusan Suku Anak Dalam Jahit Mulut Hari Ini
Diposting oleh
serba ada 11
0
komentar
Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isnadi mengaku sebagai koordinator lapangan aksi Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang asal Riau. Ia beserta 100 orang warga berangkat dari Riau 14 Desember lalu, dan menginap di kaki-lima Gedung DPR sejak 16 Desember.
"Lihat saja sendiri, posko kami hanya berdiri dari tenda seadanya. Panas kepanasan, hujan ke hujanan," ucap Isnadi saat berbincang dengan Tribunnews, Minggu (18/12/2011) kemarin.
Isnadi mengatakan, kelanjutan aksi mereka, puluhan warga asal Riau akan menggelar jahit mulut, Senin ini. "Tadinya ada 100 orang. Tetapi setelah medical check-up, tadi malam, yang memungkinkan hanya 73 orang untuk ikuti jahit mulut. Jadi Senin besok, pukul 10, akan mulai aksi jahit mulut," kata Isnadi.
"Target kami 100 orang, tapi karena perjalanan 3 hari-tiga malam, makan juga tidak terurus, sebagian jatuh sakit, bahkan ada yang dirawat jadi dari 100 orang tidak memungkinkan semua," kata Isnadi sembari menyebut aksi jahit mulut menggunakan jarum, dan akan dilakukan petugas medis.
Menurut dia, aspirasi warga Riau adalah menuntut penghentian aktivitas PT Riau Andalan Pulp and Paper di Pulau Padang. Berdasarkan karena Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 327 Tahun 2009, menerbitkan izin Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pulau Padang. SK Menteri yang memberi konsesi hutan dinilai bertentang, dan melanggar peraturan lebih tinggi, yakni Keputusan Presiden.
Dalam Keppres itu jelas, bahwa lahan gambut kedalaman lebih dari 3 meter, tidak layak jadi HTI, sedangkan di Pulau Padang 6-12 meter ketebalan gambut, sehingga tidak layak jadi HTI. Kemudian luasnya hanya 110 ribu hektare, sementara izin 41 ribu hektare, artinya sepertiga akan habis. Kemudian, fungsi lahan gambut sangat penting untuk menyerap air.
"Pulau Padang ini pun merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan Selat Malaka, Singapura. Setelah ada penebangan hutan, setiap tahun, terjadi abrasi sekitar 20-30 meter, itu dari satu sisi. Kalau mengeliling lebih dari itu, artinya tinggal menunggu waktu, pulau ini akan tenggelam," kata Isnadi.
Tingginya abrasi tinggi, ditambah air laut pasang semakin tinggi kan mempercepat tenggelamnya pulau terluar itu. Apalagi RAPP membuat kanal-kanal sungai, yang memudahkan abrasi tanah. Ini merusak hutan, mengganggu mata pencaharian masaurakat. "Otomatis tingkat kemiskinan meningkat," kata Isnadi sembari membenarkan HTI membuka pekerjaan bagi arga, namun tidak seimbang dengan perusakan lingkungan dan penghilangan mata pencaharian warga setempat.
Tingginya abrasi tinggi, ditambah air laut pasang semakin tinggi kan mempercepat tenggelamnya pulau terluar itu. Apalagi RAPP membuat kanal-kanal sungai, yang memudahkan abrasi tanah. Ini merusak hutan, mengganggu mata pencaharian masaurakat. "Otomatis tingkat kemiskinan meningkat," kata Isnadi sembari membenarkan HTI membuka pekerjaan bagi arga, namun tidak seimbang dengan perusakan lingkungan dan penghilangan mata pencaharian warga setempat.
"Karena itu, aksi jahit mulut ini kami lakukan untuk mempercepat perhatian pemerintah dan semua instansi, agar lebih serius. Segera hentikan operasional RAPP, dan cabut SK Menteri," kata dia menegaskan.
Selama Buron, Ini Dua Tempat Wisata Pilihan Nunun
Diposting oleh
serba ada 11
0
komentar
TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, Nunun Nurbaetie tak selamanya bersembunyi di tempat yang tidak mudah terlacak pihak Interpol. Ternyata, dua tempat wisata di Thailand dan Kamboja kerap didatanginya bersama para pengawal. »Nunun beberapa kali datang ke Pattaya (Thailand) dan Angkor Wat (Kamboja),” kata sumber Tempo pekan lalu.
Menurut dia, dalam beberapa kali kunjungan itu, Nunun selalu dikawal empat sampai lima orang pengawalnya. Istri mantan Wakil Kapolri Adang Daradjatun ini berganti gaya dengan memakai kerudung dan kacamata hitam.
Sumber yang beberapa kali mengikuti Nunun sebelum ditangkap mengatakan Nunun terlihat tidak bisa bersembunyi di tempat yang sepi. »Terlihat sekali, dia ingin selalu berada di pusat keramaian.”
Adang yang ditemui Jumat pekan lalu menolak berkomentar soal pelarian sang istri. »Sampai kapan pun saya tidak akan jawab pertanyaan itu,” katanya kepada Febriyan dari Tempo.
Selama pelarian, hampir dua tahun lamanya Nunun Nurbaetie menikmati kenyamanan, juga sejumlah fasilitas. Ia, seperti dugaan Komisi Pemberantasan Korupsi, dilindungi kekuatan besar.
KPK menduga kekuatan besar itu adalah jaringan bisnis tersangka kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom. "Kekuatan tertentu yang itu non-institusional," kata Busyro Muqqodas waktu itu.
Siapa sebenarnya sosok pelindung Nunun? Penelusuran Tempo menemukan jaringan bisnis pelindung Nunun itu disebut berkewarganegaraan Amerika Serikat, juga seorang warga negara Thailand. (Selama Buron Nunun Dijaga Eks Marinir AS)
Sosok misterius itu adalah Philip B. Christensen, seorang veteran marinir Amerika Serikat. Nama Philip, seperti dilansir dalam penelusuran Tempo di Laporan Utama Majalah bertajuk »Mafia di Balik Nunun”, juga terdeteksi sebagai penyewa rumah yang ditinggali Nunun di Jalan Nantawan 5, Komplek Aqua Divina Urbano, Bangkok. Di rumah 316 meter persegi dengan sewa 35 ribu baht–setara Rp 11 juta sebulan atau Rp 120 juta setahun itulah Nunun pada Rabu, 7 Desember 2011 lalu, dijemput polisi Thailand.
SETRI YASRA | ANTON SEPTIAN (BANGKOK)
Pengguna Smartphone Meningkat, Begitu Pun Malware
Diposting oleh
serba ada 11
0
komentar
Ghiboo.com
Ledakan jumlah pengguna ini menarik perhatian penjahat dunia maya. Dan hasilnya terdapat pertumbuhan signifikan dari jumlah malware ponsel. Mulai dari malware yang hanya ingin mempermalukan penggunanya, malware yang sudah bersifat kriminal, yakni memanipulasi tagihan tarif premium, hingga malware yang mencuri informasi.
"Kecenderungannya data-data yang dicuri kemudian dijual di komunitas bawah tanah," ujar Raymond Goh, Director System Engineering Asia South Region Symantec, kemarin (15/12/2011) di Grand Indonesia, Jakarta.
Oleh Symantec, tahun 2011 dinilai sebagai tahun pertama kalinya malware ponsel dianggap sebagai ancaman bukan hanya bagi konsumer tapi juga perusahaan. (Aldy/Ghiboo.com)
Langganan:
Postingan (Atom)




