Selama Buron, Ini Dua Tempat Wisata Pilihan Nunun


TEMPO.COJakarta - Menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, Nunun Nurbaetie tak selamanya bersembunyi di tempat yang tidak mudah terlacak pihak Interpol. Ternyata, dua tempat wisata di Thailand dan Kamboja kerap didatanginya bersama para pengawal. »Nunun beberapa kali datang ke Pattaya (Thailand) dan Angkor Wat (Kamboja),” kata sumber Tempo pekan lalu.
Menurut dia, dalam beberapa kali kunjungan itu, Nunun selalu dikawal empat sampai lima orang pengawalnya. Istri mantan Wakil Kapolri Adang Daradjatun ini berganti gaya dengan memakai kerudung dan kacamata hitam.
Sumber yang beberapa kali mengikuti Nunun sebelum ditangkap mengatakan Nunun terlihat tidak bisa bersembunyi di tempat yang sepi. »Terlihat sekali, dia ingin selalu berada di pusat keramaian.”
Adang yang ditemui Jumat pekan lalu menolak berkomentar soal pelarian sang istri. »Sampai kapan pun saya tidak akan jawab pertanyaan itu,” katanya kepada Febriyan dari Tempo.
Selama pelarian, hampir dua tahun lamanya Nunun Nurbaetie menikmati kenyamanan, juga sejumlah fasilitas. Ia, seperti dugaan Komisi Pemberantasan Korupsi, dilindungi kekuatan besar.
KPK menduga kekuatan besar itu adalah jaringan bisnis tersangka kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom. "Kekuatan tertentu yang itu non-institusional," kata Busyro Muqqodas waktu itu.
Siapa sebenarnya sosok pelindung Nunun? Penelusuran Tempo menemukan jaringan bisnis pelindung Nunun itu disebut berkewarganegaraan Amerika Serikat, juga seorang warga negara Thailand. (Selama Buron Nunun Dijaga Eks Marinir AS)
Sosok misterius itu adalah Philip B. Christensen, seorang veteran marinir Amerika Serikat. Nama Philip, seperti dilansir dalam penelusuran Tempo di Laporan Utama Majalah bertajuk »Mafia di Balik Nunun”, juga terdeteksi sebagai penyewa rumah yang ditinggali Nunun di Jalan Nantawan 5, Komplek Aqua Divina Urbano, Bangkok. Di rumah 316 meter persegi dengan sewa 35 ribu baht–setara Rp 11 juta sebulan atau Rp 120 juta setahun itulah Nunun pada Rabu, 7 Desember 2011 lalu, dijemput polisi Thailand.
SETRI YASRA | ANTON SEPTIAN (BANGKOK)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Serba Ada © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers